HALAMAN TERAKHIR

Aku berdiri, goyah

Di antara lembar roman picisan yang menguak kesetiaan juga senyum merekah

Aku ingat siapa yang datang

Memindahkan kaki dari halaman satu ke halaman lain

Oh, aku bertemu kesedihan di sini

Di antara litani yang terbayang pada langit biru tua

Ada tangis yang mengucur

Punya siapa?

Aku memilih menggenggam

Meninggalkan roman picisan di halaman pertama

Lalu tangis di halaman kedua

Untuk seseorang di halaman terakhir.

.

.
Jakarta, 11 November 2017.

Advertisements

MOROSIS

Sedih, tidak?

Kita hanya berjarak satu jengkal

Tanpa betonan dinding pembatas maupun kaca penghalang

Tapi kita cuma saling melihat, saling menangkap napas dari tubuh masing-masing

Tidak bisa saling menyentuh

Aku bicara hati, sekarang

Apa kita terikat? Kupikir iya

Tapi kita cuma bisa menonton ketololan dalam batas tipis antara rindu dan sayang

Dan penyesalan, kupikir.

.

.

Jakarta, 11 November 2017