[EXO FANFICTION] KUE MOKA – Leavendouxr

moccaaa

KUE MOKA – Leavendouxr

Scriptwriter: Leavendouxr

Cast(s): EXO’s Junmyun, Green [OC]

Genre: half-romance

Rated: T

Duration: Vignette

.

.

Sekarang, ia punya tiga hal menyenangkan; Natal, Hijau dan Kue Moka.

.

.

.

.

Christmas Green memandang ragu pria bersetelan formal di depannya. Bukan asing, ia malah cukup kenal dengan figur yang biasa menyambangi toko kuenya setiap dua minggu sekali. Hanya saja yang membuat heran, pria itu ingin memborong semua kue moka yang ada di tokonya.

“Maaf, Sir, Anda yakin ingin memborong semua kuenya?”

Bodoh sekali. Mana ada seorang penjual malah bertanya balik apakah pengunjungnya yakin atau tidak untuk membeli kue.

“Yup. Kenapa?”

Green menggeleng, “Tidak, tidak. Oke, segera disiapkan.” kemudian ia memanggil dua orang karyawannya untuk membungkus sepuluh kue rasa moka di etalase.

Setelah melakukan pembayaran, Green memberanikan diri bertanya.

“Sedang ada acara?”

“Ya, begitulah.”

“Ulang tahun?”

Junmyun menggeleng, “Bukan acara ulang tahun. Sebetulnya, kue-kue ini juga bukan untuk acara.”

“Untukmu sendiri?”

Junmyun memberi kerlingan kecil, “Mungkin?”

Gadis itu jadi gagal paham. Manusia mana yang akan makan kue dalam jumlah banyak dan ukuran besar? Dia ingin perutnya meledak?

Sebenarnya Green tidak mengharapkan perut laki-laki itu betulan meledak. Kalau terjadi, siapa lagi yang bakal menjadi langganan tokonya dan memborong banyak kue yang membuatnya kaya raya dalam waktu dekat?

“Bisa tolong diantarkan ke mobilku?”

Green memberi isyarat pada anak buahnya dengan jari telunjuk.

Pria itu tersenyum sangat lebar hingga sudut matanya berkerut, membuat Green tanpa sadar menebak-nebak berapa usianya.

“Trims.”

Green mengangguk sebagai sahutan.

.

.

.

.

“WOAH!” Kim Minsuk berseru dari depan pintu. Sepupunya, Kim Junmyun, tengah membuka bagasi mobil yang membuatnya langsung bertemu dengan tumpukan boks kue. Minsuk menyambar cepat, “apa-apaan ini? Astaga, aku memintamu membeli daging untuk acara besok, bukan kue ulang tahun.”

Junmyun mengangkat bahu, “Tidak tahu, aku baru ingat pesananmu saat perjalanan pulang.”

God. Minsuk menepuk pelan dahinya.

“Dan kue-kue ini?”

“Bisa bantu aku membawanya ke dalam? Aku mau makan.”

“Tunggu, tunggu,” Minsuk menghalangi, “kenapa tidak bawa saja ke rumahmu sendiri? Tuhan, kulkasku bahkan tidak muat untuk menyimpan itu semua.”

Junmyun membentangkan bibirnya lebar-lebar, “Rumahmu jaraknya lebih dekat. Aku sudah tidak sabar untuk makan kue.”

Minsuk mengintip rasa kue yang tertulis di permukaan boks, lalu kerutan kecil tidak dapat dihindari dari jidatnya, “Sejak kapan kau suka kue rasa moka?”

“Entahlah.”

Minsuk menelan ludahnya, “Kau yakin tidak akan muntah setelah menghabiskan semua ini?”

“Aku tidak keberatan makan kue sampai minggu depan.”

Minsuk meringis.

.

.

.

.

.

Semuanya bermula dari Park Chanyeol sialan dengan muka memelas penuh belas kasihan, meminta Junmyun membelikan kue moka sebagai salah satu metode menghilangkan ‘ngambek’ pacarnya.

Junmyun jelas saja menolak dengan seribu-satu alasan kuat (sebenarnya, ia tidak ingin direpotkan dan masih ingin duduk berselonjor di sofa ruangannya) tapi iblis jangkung yang satu itu, tahu saja cara meluluhkan hatinya.

(“Ayolah, Kim, hari ini saja kau bantu aku. Besok-besok aku yang membantumu, deh. Disuruh merebut Krystal dari Jongin saja aku siap membantu. Pacarku sudah siaga satu, sebentar lagi kita bisa putus kalau kau tidak bantu aku.”

“Lalu kau melakukan apa?”

“Aku akan bicara baik-baik padanya, kau membeli kue dan aku akan membuat kejutan kecil untuknya. Dijamin, marahnya pasti hilang.”

“Pacarmu suka hal murahan juga, ternyata.”

“Sial.”)

Junmyun masih ingat betul konversasinya dengan Chanyeol dan kadang masih merutuk soal merebut-Krystal-dari-Jongin. Dia bahkan sudah lupa soal gebetan semasa kuliahnya dulu yang harus jatuh ke tangan teman dekatnya sendiri. Miris, kalau mau diingat.

Ujung-ujungnya ia menurut juga untuk membelikan kue moka. Ada toko kue enak di dekat kantornya―Junmyun belum pernah ke sana, hanya dengar dari bisik-bisik karyawannya saja.

Chanyeol juga tidak memberi catatan kecil seputar ukuran kue, hiasan atau diberi tulisan ini-itu sehingga Junmyun harus meminta pemilik toko mencarikan kue yang bagus untuk mengembalikan suasana hati wanita yang sedang marah.

Dan nama pemilik tokonya adalah Christmas Green. Junmyun berpikir apakah memang gadis itu sedang mengingatkan orang bahwa Natal sebentar lagi tiba atau Natal identik dengan warna hijau dan merah. Entahlah.

Walaupun wajah gadis itu sepertinya sulit sekali membuat senyum, tapi Junmyun tidak bohong soal ia mendapat perlakuan yang baik selama datang ke sana.

Dari kue moka jatuh ke hati. Junmyun juga tidak paham, dia bisa suka kue moka sampai sebegini berlebihannya hanya karena kue moka mengingatkannya pada seorang Christmas Green.

Pria itu mengerjap. Minsuk menaruh segelas air di mejanya.

“Kau sudah makan satu kotak kue yang ukurannya paling besar. Masih mau lagi?”

Junmyun melempar senyum, “Tentu saja.”

“Apa yang membuatmu bisa makan kue moka sebanyak itu? Kau biasanya akan mual walaupun hanya mencium aroma moka.”

“Kata siapa?”

Minsuk memutar bola mata, “Kau pernah muntah di kakiku waktu aku memaksamu makan roti rasa moka dan kau mual-mual saat aku membeli susu moka sampai aku jadi ikut mual juga.”

Tawa kecil terselip keluar, “Oh, ya, ya aku ingat itu. Sudah lama sekali, ya?”

“Kau mengalihkan pembicaraan.”

“Tidak, tidak. Hanya sedang suka saja. Apa salah?”

Minsuk menaikkan alis, “Ada alasan kuat untuk itu?”

“Um, tidak?”

“Bohong. Aku tahu kalau setiap dua minggu sekali kau mendatangi toko kue dan membeli kue moka,” Minsuk memicingkan matanya, “jadi, siapa yang membuatmu bisa suka kue moka?”

Memang, yang membuatnya jatuh hati dengan kue moka adalah pemilik tokonya, tapi semua itu berawal dari Chanyeol. Dan Junmyun tidak akan bilang dia suka kue moka karena Chanyeol. Geli sekali.

“Kau bicara apa?”

Minsuk tertawa, “Wajahmu merah,” lalu ia berdecih, “sudah tua bangka masih memerah saat disinggung. Berarti memang ada sesuatu. Apakah penjaga tokonya cantik? Kau naksir pada pandangan pertama?”

“Minsuk.”

Pria itu mengangkat senyum, “Aku tidak keberatan kalau kita kedatangan tamu lagi untuk acara besok.”

.

.

.

.

.

Jadi, Kim Junmyun memilih kembali ke toko kue itu. Seperti biasa, Christmas Green tengah berada di balik mejanya. Junmyun datang dengan senyum lebar seusai mengusak rambutnya agar sisa-sisa bunga langit yang tumpah, menyingkir dari sana.

Green, dengan wajah heran pangkat tiga, mengelap tangannya dengan serbet, “Ada yang bisa kubantu?” tanyanya ragu. Pria itu baru saja memborong kue moka kemarin dan sekarang kembali lagi.

Junmyun tersenyum lebar.

“Tapi maaf, Sir, kami belum mengisi stok kue moka lagi. Anda keberatan untuk membeli rasa lain?”

“Memangnya aku ingin membeli kue?”

Green mengerutkan alis. Bingung.

Junmyun mengetuk satu jarinya di meja konter, “Di rumah sepupuku sedang ada pesta kecil hari ini. Dia memintaku mengajak teman ke sana. Kau tidak keberatan untuk datang?”

Alisnya makin mengerut dalam. Ia menarik napas dan menghembuskannya teratur. Segelintir karyawan yang berada dalam jarak dekat dengannya mulai melempar senyum dan terkikik geli. Jelas sekali menggoda.

Satu kalimat timbul darinya. “Aku kurang suka ajakan yang mendadak.”

Junmyun tertawa kecil, “Well, kalau ajakan kencan untuk lusa, kau setuju? Itu tidak mendadak, ‘kan?”

Meski tanpa sahutan, sepasang pipi yang merah padam cukup untuk jawaban.

.

.

.

.

-fin.

[Author’s Note:

Well, ini sebenernya fic udah lama bgt wkwk udah jamuran dan gue gaada niatan buat ngedit lagi. Oke gapapa kali ya wkwk lumayan buat ngisi nih blog bcoz gue udah tinggalin dari sebelom UN sampe gue masuk kuliah wkwkwk dan gue ninggalinnya dengan fic yaoi di entri paling atas wkwk ah jadi maloe

Okay, mind to review?^^]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s